Wednesday, November 13, 2019

Pantai Loji Palabuhanratu - View karang dan tariptip yang menarik

Musim kemarau tahun 2019 memang sangat panjang sekali, hingga bulan november belum adanya tanda - tanda hujan besar yang signifikan, paling hanya 1 atau 2 hari kemudian kembali kemarau, awan pun hanya menggelayut saja seolah - olah memberikan harapan, tapi harapan itu tertiup kembali oleh angin.

View Pantai Loji, Landscape menghadap ke arah palabuhanratu Sukabumi.
Pantai loji palabuhanratu sukabumi, baru - baru ini menarik banyak perhatian dengan postingan surfer selebriti hamish daud di Instagram, suami dari Raisa ( mantan ) ini mengunggah foto berupa foto tumpukan sampah dengan dia berdisi sambil memegang alat surfing. 

karena sekalian ada kerjaan di palabuhanratu akhirnya mencoba berkunjung kesini, dan rupanya sudah lumayan agak bersih pantai nya, walaupun masih ada minor 1 atau 2 yang masih tercecer.

keindahan pantai ini terkenal dengan karang dan view langsung ke arah pusat kota palabuhanratu berupa penanda atau landmark PLTU Palabuhanratu.

Ketika musim kemarau seperti ini banyak sekali aktivitas - aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di kabupaten sukabumi yang sehari - hari bertani tapi memang sawah kekeringan dan tidak bisa menanam padi untuk sementara waktu sampai musim penghujan, begitupun yang di lakukan oleh warga di sekitar kampung cibutun loji simpenan kabupaten sukabumi ini.



Ketika sedang berjalan - jalan di pantai Loji melihat sekelompok anak muda bapak - bapak dan beberapa ibu - ibu membawa pisau, botol air mineral dan menggunakan topi sedang asik mencungkil sesuatu di atas batu karang pantai loji, karena saya penasaran kemudian mendekat.



Menurut warga lokal, namanya kerang Tariptip yang menempel di batu sekitar pantai. bahkan para pemuda ada yang menyebrang ke tengah laut dengan peralatan seadanya demi mengambil / mencari kerang ini. 
Waktu terbaik mencarinya adalah ketika musim kemarau katanya, karena sangat banyak sekali, menempel di batu.

Cara nya adalah dengan mencungkil isinya langsung dari tariptip yang menempel di batu dan memasukan nya kedalam wadah. 
cara mengolahnya yaitu dengan cara di rebus dahulu dengan air panas, dan kemudian bisa di masak lebih lanjut, seperti di tumis bumbu kuning dll. 

Menurut masyarakat lokal yang mempunyai kolestrol tidak boleh memakan ini banyak - banyak tapi bagus untuk mereka yang punya penyakit liver ( penyakit kuning ).

Ketika berkunjung ke sebuah tempat wisata atau tempat yang bagus, jangan lupa juga untuk eksplorasi mengenai budaya atau tradisi setempat, karena selain kita menikmati keindahan alamnya, juga menambah wawasan atau edukasi diri sendiri terhadap tempat yang kita kunjungi.

Jangan Membuang sampah sembarangan, tetap jaga kebersihan dimana kita berdiri, bawa kembali sampah yang kita bawa atau buang ke tempat sampah yangs udah tersedia.




Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search