Minggu, 17 Desember 2017

Bola Leungeun Seuneu (BOLES) dari Sukabumi | Menulis ulang artikel yang hilang

Sebenarnya ini untuk kedua kali nya membuat remake artikel ini, karena kenapa ? blog saya yang lama terhapus karena tau ya itu hosting nya gratisan, dan sesuatu yang gratis itu tidak tahu sampai kapan. ok skip  Sebelum mebaca artikel ini silahkan tonton video dibawah ini, maklum saja dulu menggunakan ponsel nokia c3 dengan kualitas QCIF 240Px tapi lumayan lah 



Bola lengeun seuneu (BOLES) yang seperti diketahui sebagian kota sukabumi, beberapa tahun terakhir menjadi perhatian bagi masyarakat sukabumi. berbagai macam pementasan mulai dari pentas seni acara kesenian, sampai keagamaan selalu ada permainan ini, Permainan boles ini, mulai di perkenalkan dan di populerkan oleh salah satu pesantren yang ada di kota sukabumi, Pesantren Dzikir Al-Fath, Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Konon permaian ini sudah ada sejak jaman dahulu kala, tujuan di angkat kembali adalah untuk melestarikan kebudaan ini menjadi bagian dari kebudayaan sunda modern.
Permainan ini di awali dengan pertunjukan pencaksilat dari para pemain yang akan bertanding
Untuk aturan permainan nya, beberapa orang akan di bagi kedalam 2 kelompok, dan harus memasukan bola api sebanyak-banyaknya kedalam keranjang lawan, (hampir sama dengan pola permainan bola basket), tetapi kalau bola basket di pantul - pantulkan, ini dimainkan dengan cara di lempar - lempar keatas.
Dua pemain sedang memperebutkan bola api, dengan sedikit gerakan dan kuda - kuda pencak silat, yang menjadi berbeda dari permainan ini adalah, harus dengan menggunakan sedikit gerakan dan kuda - kuda pencak silat yang khas.
Salah satu pemain berhasil memasukan bola api kedalam keranjang
Oh iya, tadi ada yang terlewatkan, selain melakukan gerakan pencak silat, sebelum permainan dimulai juga, ada pertunjukan cambuk api, kalau saya akan bilang ini adalah pertunjukan "Fire Man", karena kita akan melihat seolah olah orang yang terkena cambuk api itu mengeluarkan api.
Sebelum permainan di mulai, akan selalu ada pertunjukan manusia api atau cambuk api, ini sama sekali bukan debus, karena sang pemain harus melakukan latihan FISIK yang extra agar dapat di cambuk.
Bagi para pemula yang ingin mencoba permainan ini, bisa langsung ke pesantren dzikir al-fath, yang beralamat di Perum Gading Kencana Asri Blok G kota Sukabumi, tidak perlu takut terbakar karena akan di berikan tips and trik biar kita aman memainkan permainan ini, dan permainan ini bukan tentang hal - hal mistis atau debus seperti permainan debus di daerah baduy.  Ok sepertinya ini saja yang bisa di tulis ulang dari artikel saya yang hilang itu.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search